<body><script type="text/javascript"> function setAttributeOnload(object, attribute, val) { if(window.addEventListener) { window.addEventListener('load', function(){ object[attribute] = val; }, false); } else { window.attachEvent('onload', function(){ object[attribute] = val; }); } } </script> <div id="navbar-iframe-container"></div> <script type="text/javascript" src="https://apis.google.com/js/plusone.js"></script> <script type="text/javascript"> gapi.load("gapi.iframes:gapi.iframes.style.bubble", function() { if (gapi.iframes && gapi.iframes.getContext) { gapi.iframes.getContext().openChild({ url: 'https://www.blogger.com/navbar.g?targetBlogID\07519026516\46blogName\75.::+lope-mizz-ya+::.\46publishMode\75PUBLISH_MODE_BLOGSPOT\46navbarType\75BLUE\46layoutType\75CLASSIC\46searchRoot\75http://lope-mizz-ya.blogspot.com/search\46blogLocale\75en_US\46v\0752\46homepageUrl\75http://lope-mizz-ya.blogspot.com/\46vt\0756306076801739618147', where: document.getElementById("navbar-iframe-container"), id: "navbar-iframe" }); } }); </script>
 

.:: about lope_mizz_ya ::.


Nama: .:: lope ::.
Lokasi: temanggung, central of java, Indonesia
.::Tentang Aku::.
Profil Ku

 

.::q-zhah yang lalu ::.
Musik
Links
Yg Membantu

BLOGGERFree Blog Templates

BlogFam Community

Oedhienx

 

Link Me

 

 
  Sunday, March 19, 2006  
 
 
.:: sudahkan kita menerima dia apa adanya? ::.

TERIMALAH APA ADANYA ( MEMPERERAT TALI PERNIKAHAN )

Seorang pria dan kekasihnya menikah dan acaranya pernikahannya sungguh megah. Semua kawan-kawan dan keluarga mereka hadir menyaksikan dan menikmati hari yang berbahagia tersebut. Suatu acara yang luar biasa mengesankan. Mempelai wanita begitu anggun dalam gaun putihnya dan pengantin pria dalam tuxedo hitam yang gagah. Setiap pasang mata yang memandang setuju mengatakan bahwa mereka sungguh-sungguh saling mencintai. Beberapa bulan kemudian, sang istri berkata kepada suaminya, "Sayang, aku baru membaca sebuah artikel di majalah tentang bagaimana memperkuat tali pernikahan" katanya sambil menyodorkan majalah tersebut. "Masing-masing kita akan mencatat hal-hal yang kurang kita sukai dari pasangan kita.
Kemudian, kita akan membahas bagaimana merubah hal-hal tersebut dan membuat hidup pernikahan kita bersama lebih bahagia....." Suaminya setuju dan mereka mulai memikirkan hal-hal dari pasangannya yang tidak mereka sukai dan berjanji tidak akan tersinggung ketika pasangannya mencatat hal-hal yang kurang baik sebab hal tersebut untuk kebaikkan mereka bersama. Malam itu mereka sepakat untuk berpisah kamar dan mencatat apa yang terlintas dalam benak mereka masing-masing. Besok pagi ketika sarapan, mereka siap mendiskusikannya. "Aku akan mulai duluan ya", kata sang istri. Ia lalu mengeluarkan daftarnya. Banyak sekali yang ditulisnya, sekitar 3 halaman... Ketika ia mulai membacakan satu persatu hal yang tidak dia sukai dari suaminya, ia memperhatikan bahwa airmata suaminya mulai mengalir..... "Maaf, apakah aku harus berhenti ?" tanyanya. "Oh tidak, lanjutkan..." jawab suaminya. Lalu sang istri melanjutkan membacakan semua yang terdaftar, lalu kembali melipat kertasnya dengan manis diatas meja dan berkata dengan bahagia "Sekarang gantian ya, engkau yang membacakan daftarmu". Dengan suara perlahan suaminya berkata "Aku tidak mencatat sesuatupun di kertasku. Aku berpikir bahwa engkau sudah sempurna, dan aku tidak ingin merubahmu. Engkau adalah dirimu sendiri. Engkau cantik dan baik bagiku. Tidak satupun dari pribadimu yang kudapatkan kurang.... " Sang istri tersentak dan tersentuh oleh pernyataan dan ungkapan cinta serta isi hati suaminya. Bahwa suaminya menerimanya apa adanya... Ia menunduk dan menangis.....

Dalam hidup ini, banyak kali kita merasa dikecewakan, depressi, dan sakit hati. Sesungguhnya tak perlu menghabiskan waktu memikirkan hal-hal tersebut. Hidup ini penuh dengan keindahan, kesukacitaan dan pengharapan. Mengapa harus enghabiskan waktu memikirkan sisi yang buruk, mengecewakan dan menyakitkan jika kita bisa menemukan banyak hal-hal yang indah di sekeliling kita ? Saya percaya kita akan menjadi orang yang berbahagia jika kita mampu melihat dan bersyukur untuk hal-hal yang baik dan mencoba melupakan yang buruk.

posted by .:: lope ::. @ 10:06 AM   1 comments
 
 
  Sunday, March 12, 2006  
 
 
.:: makna air mata wanita ::.


Jika seorang wanita menangis dihadapanmu,
Itu berarti diatak dapat menahannya lagi.
Jika kamu memegang tangannya saat dia menangis,
Dia akan tinggal bersamamusepanjang hidupmu.
Jika kamu membiarkannya pergi,
Diatidak akan pernah kembali lagi menjadidirinya yang dulu.Selamanya....
Seorang wanita tidak akanmenangis dengan mudah,
Kecuali didepan orang yang amatdia sayangi.
Dia menjadi lemah.
Seorang wanita tidak akan menangisdengan mudah
,Hanya jika dia sangat menyayangimu,
Dia akan menurunkan rasa egoisnya.
Lelaki, jika seorang wanita pernah menangiskarena mu,
Tolong pegang tangannyadengan pengertian.
Dia adalah orang yang akan tetapbersamamu sepanjang hidupmu.
Lelaki, jika seorang wanita menangis karenamu.
Tolong jangan menyia-nyiakannya.
Mungkin karena keputusanmu, kau merusak kehidupannya.
Saat dia menangis didepanmu,Saat dia menangis karnamu, Lihatlah matanya....
Dapatkahkau lihat dan rasakan sakityang dirasakannya?
Pikirkan....Wanita mana lagikahyang akan menangisdengan MURNI
, penuh rasa sayang,Didepanmu dan karenamu......
Dia menangis bukankarena dia lemah
Dia menangis bukan karena diamenginginkan simpati atau rasa kasihan
Dia menangis,Karena menangis dengan diam-diam tidaklah memungkinkan lagi.
Lelaki Pikirkanlah tentang hal itu
Jika seorang wanita menangisi hatinya untukmu,
Dansemuanya karena dirimu.
Inilah waktunya untuk melihat apayang telahkau lakukan untuknya,
Hanya kau yang tahujawabannya....
Pertimbangkanlah Karena suatu hari nanti
Mungkin akan terlambat untuk menyesal,
Mungkin akanterlambat untuk bilang 'MAAF'!!






People will forgetwhat you said, People will forgetwhat you did
Butpeople will not forget, How you made them feel
posted by .:: lope ::. @ 1:30 PM   0 comments
 
 
  Wednesday, January 25, 2006  
 
 
.:: menjadi ibu yang penuh kasih sayang ::.
Suatu pagi, ketika sedang membersihkan halaman. Saya melihat seorang anak berusia 3 tahun asyik bermain air sehingga pakaiannya basah kuyub. Tiba-tiba ibunya datang memarahi anak tersebut dengan kata-kata yang kasar, lalu menjewernya. Kontan si anak menangis menjerit-jerit. Saya kaget dan kecewa dengan tindakan kasar si ibu pada si kecil.
“Kasihan…” Hanya itu yang bisa saya ungkapkan. Kasihan pada si kecil menerima perlakuan kasar tanpa mengerti kesalahannya, karena penalarannya yang masih terbatas. Tapi saya kasihan juga pada si ibu yang melakukan itu mungkin karena ketidaktahuan cara mendidik anak. Atau itu merupakan suatu ungkapan kekesalan karena beratnya beban seorang ibu rumah tangga dan tuntutan ekonomi yang semakin berat, sehingga anak menjadi sasarannya.
Kejadian ini hanya sebuah gambaran kecil dan ringan dari kekerasan-kekerasan yang dilakukan orang tua terhadap anaknya yang sering terdengar saat ini. Saya merasa miris, sedih dan bertanya-tanya kenapa hal itu bisa terjadi. Bukankah segalak-galaknya macan, tidak akan memakan anaknya sendiri. Namun, justru sekarang ada orangtua yang menjual bahkan membunuh anaknya sendiri hanya karena alasan ekonomi. Mungkin karena memang sekarang macannya sudah terlalu lapar, sehingga anak sendiripun dimakannya.
Padahal kalau kita simak QS Al-An’aam 151, Allah berfirman, “…dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan. Kami akan memberi rejeki kepadamu dan kepada mereka…” Betapa Allah telah menjamin rejeki atas orangtua yang merawat anaknya dan tiap-tiap anak yang lahir.
Memang kekerasan pada anak kerap kali terjadi karena faktor ekonomi dan kurangnya ilmu yang dimiliki oleh orangtua. Oleh sebab itu, kejadian semacam ini tidak perlu terjadi kalau setiap orangtua memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
Pertama, memiliki iman yang kuat. Dengan keimanan yang kuat orangtua tidak akan merasa resal soal kelanjutan hidup diri dan ank-anaknya, karena Allah-lah yang mengatur segalanya. Dan Allah adalah sebaik-baiknya pengatur.
Kedua, orangtua harus banyak belajar cara mendidik anak. Menurut satu tulisan di Majalah Ummi ini (edisi 3/XVII tahun 2005), seorang ibu harus memiliki kompetensi yang kira-kira sama dengan seorang pendidik profesional. Yang dengan kemampuannya itu sang ibu memiliki ilmu sekaligus cinta kasih dalam merawat dan mendidik anak-anaknya.
Ketiga, mengembalikan peran yang sebagai pencari nafkah utama. Dengan demikian ibu bisa fokus merawat dan mendidik anak-anak, karena kebutuhan ekonomi sudah dipenuhi sang ayah.
Walaupun pada kenyataannya sangat sulit untuk dilakukan. Namun dengan kesabaran insya Allah para orangtua akan mampu mengemban amanah Allah dengan sebaik-baiknya, tanpa kemarahan dan tanpa kekerasan.
posted by .:: lope ::. @ 2:59 PM   1 comments